<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5838549883007002725</id><updated>2011-11-10T01:33:07.810-08:00</updated><title type='text'>info BAHASA ARAB</title><subtitle type='html'>Blog 0137 - Kliping Internet</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5838549883007002725/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mantab blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17926978191991634624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5838549883007002725.post-7943494410730410278</id><published>2009-09-18T03:05:00.001-07:00</published><updated>2009-09-18T03:05:21.911-07:00</updated><title type='text'>Saatnya Belajar Bahasa Arab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6WvnX19bnOw/SrNYKqI7-3I/AAAAAAAAABo/sIZYbYkECQQ/s1600-h/letters.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 245px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6WvnX19bnOw/SrNYKqI7-3I/AAAAAAAAABo/sIZYbYkECQQ/s320/letters.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382742919771585394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai alat yang berperan penting untuk mewujudkan komunikasi yang baik antara manusia satu dengan yang lainnya, bahasa juga merupakan sebuah kunci untuk memahami suatu ilmu. Sebab, dengan bahasa kita akan mampu mempelajari sebuah literatur atau referensi dari sebuah ilmu yang kita butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui bahwa ilmu yang wajib kita pelajari adalah ilmu syar’i (agama), dan sumber ilmu yang paling otentik adalah al-Qur’an dan Hadits ditambah dengan literatur para ulama yang berisi penjelasan dan pemaknaan dari kedua sumber tersebut. Berarti, untuk memahami itu semua, kita tentu harus mampu menguasai sebuah bahasa yang digunakan. Bahasa apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah memilihkan satu bahasa yang paling baik dan paling mulia untuk seluruh umat Islam di seluruh belahan dunia, yaitu bahasa Arab. Suatu bahasa yang penuh dengan bunyi tekak, tetapi mudah dilafadzkan, mudah dipahami dan memiliki keindahan yang tiada bandingannya. Maka tidaklah salah jika Alloh Subhanahu wa Ta’ala, Dzat Yang Maha Tahu atas segala sesuatu, telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar wahyu-Nya kepada umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berfirman, “Sesungguhnya Kami menurunkan al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” [Yusuf: 2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berfirman, “Sesungguhnya Kami menjadikan al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).” [Zukhruf: 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca rohimakumulloh, al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, maka untuk memahaminya tentu diperlukan kemampuan bahasa Arab. Dalam hal ini, mempelajari bahasa Arab adalah sesuatu yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi karena tidak mungkin kita bisa memahami al-Qur’an dengan baik tanpa pemahaman bahasa Arab yang baik pula. Itu sebabnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahulloh menghukumi belajar bahasa Arab sebagai kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau rohimahulloh berkata, “Sesungguhnya bahasa Arab merupakan bagian dari agama dan mempelajarinya wajib. Sebab, memahami al-Qur’an dan Sunnah itu wajib, keduanya tidak akan mungkin dipahami kecuali dengan bahasa Arab, dan apa yang suatu kewajiban tidak akan terwujud kecuali dengannya maka ia menjadi wajib.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika kewajiban memahami al-Qur’an tidak mungkin terwujud/sempurna tanpa pemahaman bahasa Arab yang baik, maka memahami bahasa Arab pun menjadi wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca rohimakumulloh, di abad komunikasi seperti ini banyak di antara kita kaum muslimin yang secara serius dan dengan biaya yang tidak sedikit untuk belajar bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Jepang, Mandarin atau bahasa asing lainnya. Nah, kalau untuk mempelajari bahasa-bahasa asing tersebut saja, yang hal itu tujuannya tidak lain hanya untuk mencari dunia yang sebenarnya amat hina di mata Alloh melebihi hinanya terhadap seekor anak kambing yang terpotong telinganya (cacat) dan sudah mati, kita rela meluangkan waktu dan biaya, lalu kenapa kita tidak melakukan hal yang lebih terhadap bahasa Arab? Kenapa kita justru merasa ogah-ogahan untuk mempelajari bahasa Arab yang sudah jelas-jelas besar manfaatnya buat agama kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i rohimahulloh berkata, “Manusia tidaklah menjadi bodoh dan berselisih kecuali ketika meninggalkan bahasa Arab dan cenderung kepada bahasa Aristoteles (bahasa orang barat).” [Siyaru A’lamin Nubala, 10/74]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam As-Suyuthi rohimahulloh berkata, “Sesungguhnya aku telah menemukan orang-orang sebelum Imam Syafi’i, mereka mengisyaratkan seperti yang saya duga bahwa sebab terjadinya bid’ah adalah tidak memahami bahasa Arab.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al-Bashri berkata terhadap orang-orang ahlul bid’ah, “Yang menghancurkan mereka adalah ketidaktahuan (kebodohan) mereka terhadap bahasa Arab.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, menyepelekan dan menggampangkan Bahasa Arab akan mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta bodoh terhadap permasalahan agama. Kebodohan apalagi yang lebih besar ketimbang kebodohan akan perkara agama ini?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya di luar sana, wahai Pembaca, terdapat ratusan bahkan ribuan kitab tafsir, hadits dan kitab para ulama yang berbahasa Arab menanti kita untuk membacanya! Tidakkah kita ingin mempelajarinya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mau jujur, kini, kita juga tahu bahwasanya bahasa Arab ternyata merupakan bahasa Internasional yang telah diakui PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada sekitar tahun 1978. Apa ini artinya? Artinya, bahasa Arab bukan hanya sebagai bahasa pemersatu umat Islam, tetapi merupakan bahasa pemersatu umat manusia di dunia dari berbagai suku, ras, dan agama apapun. Tidakkah kita bangga dengan bahasa Arab ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, alangkah baiknya bahwa kebanggaan atau kecintaan terhadap bahasa Arab ini bukan karena bahasa Arab banyak dipelajari dan digunakan banyak orang tapi karena 3 hal, sebagaimana sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam, “Cintailah bahasa Arab karena 3 hal, yaitu bahwa aku adalah orang Arab, bahwa al-Qur’an berbahasa Arab, dan bahasa penghuni surga adalah bahasa Arab.” [HR. Thobroni]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang saya hormati, banyak sekali orang yang beranggapan bahwa bahasa Arab itu sulit. Tapi, benarkah? Sementara Alloh saja berfirman, “Sesungguhnya Kami mudahkan al-Qur’an dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.” [Ad-Dukhon: 58]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita buktikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohu ta’ala a’lam bish-showab&lt;br /&gt;- 14 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Paiman bin Bandi al-Klateni&lt;br /&gt;http://akhpaiman.wordpress.com/2009/03/14/saatnya-belajar-bahasa-arab/&lt;br /&gt;18 September 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar:&lt;br /&gt;http://www.arabic2000.com/arabic/images/letters.gif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5838549883007002725-7943494410730410278?l=aa-bahasa-arab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/feeds/7943494410730410278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/2009/09/saatnya-belajar-bahasa-arab_18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5838549883007002725/posts/default/7943494410730410278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5838549883007002725/posts/default/7943494410730410278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/2009/09/saatnya-belajar-bahasa-arab_18.html' title='Saatnya Belajar Bahasa Arab'/><author><name>mantab blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17926978191991634624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6WvnX19bnOw/SrNYKqI7-3I/AAAAAAAAABo/sIZYbYkECQQ/s72-c/letters.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5838549883007002725.post-391707382632691901</id><published>2009-09-18T03:01:00.000-07:00</published><updated>2009-09-18T03:02:46.772-07:00</updated><title type='text'>Bahasa Arab Bahasa Islam</title><content type='html'>Kemuliaan Bahasa Arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau saudariku, keutamaan bahasa arab sangatlah banyak. Sebagaimana perkataan Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2, yang artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah jadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, “Yang demikian itu (bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa arab) karena bahasa arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada Rasul yang paling mulia (yaitu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) dengan bahasa yang paling mulia (yaitu bahasa arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia di atas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Ramadhan), sehingga Al-Qur’an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Surat Yusuf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Penduduk Surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat terjadi percakapan di antara seorang ustadz dan seorang pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ustadz, katanya bahasa surga itu bahasa arab ya?&lt;br /&gt;B: Katanya begitu pak… tapi haditsnya dho’if.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau saudariku, memang banyak kita dengar perkataan bahwa bahasa arab adalah bahasa yang digunakan di surga. Namun ternyata tidak ada hadits shahih dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang masalah ini sebagaimana dinyatakan Abu Shuhaib al-Karami yang mentahkiq kitab Mukhtashar Hadi al-Arwah karya Ibnu Qayyim Al-Jaujiyyah. Namun banyak atsar salaf yang menguatkan hal ini (bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab). Wallahu a’lam bi shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Afwan Jiddan (??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang satu ini, rasanya sudah menjadi sebuah perkataan umum yang merebak dimana-mana. Secara kata perkata, memang terlihat benar, karena ‘afwan berarti maafkan aku, sedangkan jiddan artinya sungguh-sungguh/benar-benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau saudariku, ternyata kalimat ‘afwan jiddan tidak dikenal dalam bahasa arab yang benar. Ini sama seperti seseorang yang belajar bahasa Inggris kemudian mengatakan, “My watch is dead”. Secara kata perkata memang benar, namun secara penggunaan bahasa asalnya, kalimat tersebut bukanlah kalimat yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ‘afwan itu sendiri sebenarnya sudah merupakan sebuah permintaan maaf yang sangat. Jika dirinci, kata ‘afwan mempunyai kalimat lengkap Asta’fika yang artinya aku benar-benar minta maaf kepadamu. Nah, berarti maksud orang yang mengatakan ‘afwan jiddan bahwa ia minta maaf dengan sungguh-sungguh sebenarnya sudah diwakilkan dengan kata ‘afwan itu sendiri. Adapun kata dalam bahasa arab lainnya yang berarti maaf adalah aasif. Dan untuk kata ini (aasif) tidak terkandung makna permintaan maaf dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Nama Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau saudariku? Ternyata hanya ada 4 Nabi kita (yang disebutkan namanya dalam Al-Qur’an dan Sunnah) yang memiliki nama dari bangsa Arab murni, yaitu nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, Shalih, Syu’aib dan Hud. Adapun nama-nama nabi lainnya merupakan nama ‘ajam (asing). Dan secara kaidah bahasa arab, antara nama asli Arab dan nama asing memberikan konsekuensi yang berbeda, yaitu untuk nama asing dalam penggunaannya tidak boleh diberi tanda tanwin. Masih penasaran? Ayo belajar bahasa arab…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Akbar (??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aneh terlihat, ketika suatu spanduk dari organisasi Islam kemudian bertuliskan musyawarah akbar. Tahukah engkau saudariku, terdapat kesalahan penerapan kaedah bahasa arab dalam susunan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata musyawarah (yang berasal dari bahasa arab) merupakan isim muannats (jenis kata feminin). Sedangkan kata akbar merupakan isim mudzakar (jenis kata maskulin). Dalam kaedah bahasa arab, tidak tepat jika memadankan dua kata (yang dinamakan na’at man’ut) dengan kata yang berlainan jenis. Maka yang benar adalah musyawarah kubro. Karena kata kubro merupakan isim muannats. Bingung? Ayo belajar bahasa arab…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu dan Ummu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau saudariku, penggunaan Abu dan Ummu juga dipelajari dalam bahasa arab pada bab ‘Alam (nama). ‘Alam itu sendiri terbagi menjadi tiga bagian. Salah satunya adalah kun-yah. Kun-yah adalah nama yang diawali dengan lafazh Abu dan Ummu, seperti Abu Bakr, Ummu Kultsum dan sebagainya. Biasanya, kata yang digunakan setelah kata Ummu atau Abu adalah nama anak pertama dari sang pemilik nama. Namun, tidak berarti bahwa orang yang belum menikah bahkan anak-anak sekalipun tidak dapat menggunakan nama kun-yah. Sebagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah memanggil seorang anak kecil dengan nama kun-yah, dalam hadits yang diceritakan oleh Anas radhiallahu ‘anhu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan aku memiliki seorang saudara yang biasa dipanggil dengan sebutan Abu ‘Umair. Beliau shallallahu’alaihi wa sallam datang, lalu memanggil: ‘Wahai Abu ‘Umair, apa yang sedang dilakukan oleh si Nughair kecil.’ Sementara anak itu sedang bermain dengannya.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya Belajar Bahasa Arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bahasa arab itu termasuk bagian dari agama, sedangkan mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Quran dan As-Sunnah itu wajib. Tidaklah seseorang bisa memahami keduanya kecuali dengan bahasa arab. Dan tidaklah kewajiban itu sempurna kecuali dengannya (mempalajari bahasa arab), maka ia (mempelajari bahasa arab) menjadi wajib. Mempelajari bahasa arab, diantaranya ada yang fardhu ‘ain, dan adakalanya fardhu kifayah.” (Iqtidho, Ibnu Taimiyah 1/527 dikutip dari majalah Al-Furqon)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau saudariku, dorongan untuk belajar bahasa arab bukan hanya khusus bagi orang-orang di luar negara Arab. Bahkan para salafush sholeh sangat mendorong manusia (bahkan untuk orang Arab itu sendiri) untuk mempelajari bahasa arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu berkata, “Pelajarilah bahasa arab, sesungguhnya ia bagian dari agama kalian.” (Iqitdha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Umar radhiallahu ‘anhu juga mengingatkan para sahabatnya yang bergaul bersama orang asing untuk tidak melalaikan bahasa arab. Ia menulis surat kepada Abu Musa al-Asy’ari, “Adapun setelah itu, pelajarilah Sunnah dan pelajarilah bahasa arab, i’rablah al-Qur’an karena dia (al-Qur’an) dari Arab.” (Iqtidho, Ibnu Taimiyah, dikutip dari majalah Al-Furqon)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Hasan Al-Bashari, beliau pernah ditanya, “Apa pendapat Anda tentang suatu kaum yang belajar bahasa arab?” Maka beliau menjawab, “Mereka adalah orang yang baik, karena mereka mempelajari agama nabi mereka.” (Mafatihul Arrobiyah, dikutip dari majalah Al-Furqon)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari as-Sya’bi, “Ilmu nahwu adalah bagaikan garam pada makanan, yang mana makanan pasti membutuhknanya.” (Hilyah Tholibul ‘Ilmi, dikutip dari majalah Al-Furqon)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik belajar arab lebih jauh? Alhamdulillah silakan ikuti terus pelajaran bahasa arab yang ada di www.badar.muslim.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya Bahasa Arab. Makalah YPIA oleh Divisi Bahasa Arab YPIA&lt;br /&gt;Majalah Al-Furqon edisi 1 tahun VII 1428/2008&lt;br /&gt;Mukhtashar Hadi al-Arwah ila Bilad al-Afrah (terj) dengan tahkik Abu Shuhaib al-Karami, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Pustaka Arafah, cetakan 1, Oktober 2005&lt;br /&gt;Mutammiah Ajurumiyyah (edisi terjemah). Syaikh Syamsudin Muhammad Araa’ini. Sinar Baru Algensindo cetakan 5&lt;br /&gt;Mulakhos Qowa’idul Lughotil ‘Arobiyyah. Fu’ad Ni’mah. Dar Ats-Tsaqoofah Al-Islamiyyah. Beirut.&lt;br /&gt;Iqthido Ash-Shirotil Mustaqim. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Tahqiq dan Ta’liq oleh Dr. Nashir Abdul Karim Al-’Aql. Wizarot Asy Syu-un Al Islamiyah wal Awqof&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 13 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Penulis: Ummu Ziyad&lt;br /&gt;Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;http://muslimah.or.id/tahukah-engkau-saudariku/bahasa-arab-bahasa-islam.html&lt;br /&gt;18 September 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5838549883007002725-391707382632691901?l=aa-bahasa-arab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/feeds/391707382632691901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/2009/09/bahasa-arab-bahasa-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5838549883007002725/posts/default/391707382632691901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5838549883007002725/posts/default/391707382632691901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/2009/09/bahasa-arab-bahasa-islam.html' title='Bahasa Arab Bahasa Islam'/><author><name>mantab blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17926978191991634624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5838549883007002725.post-4968236582484083928</id><published>2009-09-17T23:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T23:54:26.641-07:00</updated><title type='text'>7 Kunci Kiat Sukses Belajar Bahasa Arab (bag-1)</title><content type='html'>Bahasa Arab adalah bahasa kaum muslimin. Hingga akhir zaman nanti bahasa ini akan tetap langgeng sebab al-Qur`an dan hadits Rasulullah shalallahu`alahi wa sallam akan terus ada dan eksis hingga saat itu. Maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai kaum muslimin untuk mempelajarinya dan berusaha seoptimal mungkin untuk dapat menguasai kemahiran bahasa ini. Bahkan wajib bagi kita untuk mendalaminya sebagai sarana kita untuk memahami kitabullah dan sunnah Rasulullah shalallahu`alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kami paparkan kiat sukses dalam mempelajari bahasa Arab, dan tulisan ini kami sadurkan dari beberapa buku adab menuntu ilmu, materi-materi pelatihan pengajaran bahasa Arab untuk orang non Arab, jurnal pembelajaran bahasa Arab dan juga pengalaman pribadi penulis selama proses belajar bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis melihat kiat sukses ini dari dua sisi, pertama: sisi intern; yaitu dari dalam diri para pembelajar bahasa Arab; yang terdiri dari niat, tekad, senang dan sabar. Kedua: dari sisi ekstern; yaitu dari sisi bahasa Arab itu sendiri; yang terdiri dari bahasa adalah komunikasi, belajarlah bahasa itu dan biasakan belajar terbimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intern:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Niat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat merupakan pondasi penting yang harus kita tanyakan kepada diri kita sebelum kita melangkah lebih jauh. Kita sebagai seorang muslim patut dan harus menata kembali niat kita dalam setiap langkah untuk sebuah urusan kita, jangan sampai kita sudah melangkah begitu jauh, mengorbankan seluruh harta, jiwa, raga dan harta, namun sayang beribu sayang semua yang kita keluarkan sia-sia bagai debu berterbangan tiada artinya disebabkan karena niatnya yang kurang pas dan jauh melenceng dari tuntunan syari`at Islam. Sebagai seorang muslim, kita diberikan kemudahan oleh Allah ta`ala agar menjadikan setiap aktivitas kita bernilai ibadah, tentunya dengan niat semata-mata mengharap wajah dan ridha Allah subhanahu wa ta`ala. Kita ingat apa yang dikatakan oleh Sufyan Al-Tsauri rahimahullah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ما عالجت شيئا أشد علي من نيتي”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada sesuatu yang lebih sulit bagiku kecuali niatku”1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mempelajari bahasa Arab, niat awal kita tentunya hanya untuk mengharap wajah Allah ta`ala. Belajar bahasa Arab bukan untuk riya`, pamer, biar dikatakan syekh Arab, bukan pula untuk tujuan duniawi, menambah sisi materi, atau untuk mengangkat harga diri dan lain sebagainya. Rasulullah shalallahu`alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;« من تعلم علمًا يبتغي به وجه الله - عز وجل - لا يتعلمه إلا ليصيب به عرضًا من الدنيا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لم يجد عرف الجنة يوم القيامة »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang belajar suatu ilmu dengan mengharap wajah Allah `azza wa jalla, kemudian dia tidak belajar kecuali hanya untuk mendapatkan secuil dari urusan dunia, maka sedikitpun dia tidak akan mendapatkan bau harumnya surga”2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat, bahwa ketika kita belajar bahasa Arab, kita tidak hanya belajar bahasa Arab itu semata, namun sambil belajar kita juga berharap dapat meningkatkan kualitas pengetahuan keislaman kita dan pengetahuan umum yang tidak bertentangan dengan syari`at Islam3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tekad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rencana pasti mempunyai tujuan, untuk mencapai tujuan tersebut harus bermodalkan tekad yang kuat dan bersungguh-sungguh, terus berjuang pantang menyerah. Ada sebuah ungkapan Arab yang mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فإن العلم لا يُنَال براحة الجسم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwa Ilmu itu tidak akan pernah didapat dengan bersantai-santai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat bagaimana kisah Imam Al-Kasa`I, Imam penduduk Kufah dalam ilmu Nahwu. Ketika beliau memulai belajar nahwu, beliau merasa tidak pernah bisa dan hampir putus asa, suatu hari beliau melihat seekor semut merangkak di dinding membawa sepotong makanan, ketika mulai merangkak dia terjatuh, lalu bangun kembali, membawa makanan tadi dan terus merambat ke dinding, dia terus berusaha dan bertekad untuk terus membawa makan tersebut dan berjalan. Imam al-Kasa`I berkata: “Semut ini begitu kuat tekadnya hingga sampai ke tujuan”, maka beliau pun terus berjuang dan akhirnya menjadi Imam dalam ilmu nahwu4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah pepatah Arab dikatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من جدّ وجد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa bersungguh-sungguh pasti ia akan mendapatkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena perjalanan dalam mempelajari bahasa Arab, orang akan terlihat begitu semangat dan menggebu-nggebu diawal-awal belajar, namun setelah dua atau tiga pekan berjalan, akan terjadi seleksi alami, satu persatu berguguran absen tidak bisa ikut belajar bahasa Arab. Maka dari sini perlunya tekad yang bulat dan kesungguhan dalam belajar bahasa Arab untuk mencapai tujuan yang kita cita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan kapada bahasa Arab menjadi sebuah harga mati sebagai sarana untuk meraih kesuksesan dalam mempelajarinya. Seseorang yang memiliki kecintaan kepada sesuatu atau kepada seseorang pasti dia akan mengelu-elukannya, dan terus berusaha untuk bisa mendapatkannya walaupun harus berkorban, baik waktu, biaya maupun tenaga. Orang yang senang dengan salah satu mata kuliah pasti dia akan rajin masuk kelas walau kadang lagi sakit, merasa rugi kalau ketinggalan, merasa mudah dan cepat memahaminya serta hari-harinya pun tidak terlepas dari pembicaraan isi mata kuliah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih kita sebagai seorang muslim, seharusnya kita harus lebih mencintai dan bangga dengan bahasa Arab dibanding bahasa asing lainnya, sebab bahasa Arab adalah bahasanya umat Islam, bahasa al-Qur`an, bahasa wahyu Allah, bahasa para penduduk surga. Lalu apakah layak kita lebih mencintai bahasa asing selain bahasa Arab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita melihat sejenak bagaimana para ulama Islam terdahulu, yang mungkin nama-nama mereka sering kita dengar seperti Sibawaih, al-Zamakhsyari, al-khowarizmi, apakah mereka orang-orang Arab yang tadinya mahir berbahasa Arab? Jawabannya ternyata mereka bukan orang Arab dan awalnya tidak bisa berbahasa Arab. Namun mereka terus belajar karena mereka seorang muslim dan mereka mencintai bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Khowarizmi pernah mengatakan: “Demi Allah, kefasihanku terhadap bahasa Arab lebih aku cintai dari pada kebanggaanku terhadap bahasa Persia”5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَصَبْرٌ جَمِيلٌ “Sabar itu Indah” begitulah Allah ta`ala menyebutnya dalam surat Yusuf ayat 18. Yang mengenarai begitu pentingnya kedudukan sabar dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika belajar bahasa Arab, kita perlu mempertebal kesabaran, jangan mudah jenuh, bosan dan menjauhkan rasa malas dari diri kita. Tidak mungkin orang akan membangun rumah langsung dari atapnya, pasti dia akan memulai membangun dari pondasi yang kuat dan kokoh. Dipermulaan belajar bahasa Arab kita akan belajar dari materi-materi dasar terlebih dahulu, kemudian baru masuk ke materi yang lebih tinggi dan begitu seterusnya, kita akan memulainya dari jilid satu, dua dan seterusnya. Dan tidak akan pernah loncat dari satu jilid ke jilid yang lain kecuali dengan berurutan. Dalam kaidah bahasa Arab disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من لم يتقن الأصول؛ حرم الوصول&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang tidak kuat dasar ilmunya, maka dia akan terhalang untuk sampai kepada ilmu yang ia pelajari”6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Bakr Abdullah Abu Zaid, Hilyatu Thalib al-Ilm, Dar al-`Ashimah, 1415, hal. 11&lt;br /&gt;2 HR. Ahmad 2/338, al-Hakim mengatakan: hadits shahih dengan sanad yang tsiqah.&lt;br /&gt;3 Abdurrahman bin Ibrahim Al-Fauzan, Muqoddimah Al-`Arabiyah Baina Yadaik, Al-`Arabiyah Li Al-Jami`, 1428.&lt;br /&gt;4 Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Kitab al-Ilm, hal. 69.&lt;br /&gt;5 Syabib Muhammad al-Haqbani, ahammiyyah al-Lughah al-Arabiyah qadiman wa haditsan, al-Arabiyah majallah ta`lim al-lughah al-Arabiyah, volume 2, no. 2, Januari 2006, hal. 101.&lt;br /&gt;6 Op.cit Bakr Abdullah Abu Zaid, hal. 25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 22 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;M. Asdi Nurkholis, S.Pd.I&lt;br /&gt;Alumni Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kali Jaga Yogjakarta dan Institut Arabic Language King Saud University Riyadh Saudi Arabia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://arabicforall.or.id/metode/7-kunci-kiat-sukses-belajar-bahasa-arab-bag-1/&lt;br /&gt;18 September 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5838549883007002725-4968236582484083928?l=aa-bahasa-arab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/feeds/4968236582484083928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/2009/09/7-kunci-kiat-sukses-belajar-bahasa-arab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5838549883007002725/posts/default/4968236582484083928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5838549883007002725/posts/default/4968236582484083928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/2009/09/7-kunci-kiat-sukses-belajar-bahasa-arab.html' title='7 Kunci Kiat Sukses Belajar Bahasa Arab (bag-1)'/><author><name>mantab blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17926978191991634624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5838549883007002725.post-8248820794553000315</id><published>2009-09-17T23:41:00.001-07:00</published><updated>2009-09-17T23:43:18.183-07:00</updated><title type='text'>Belajar Bahasa Arab Yuk…</title><content type='html'>Tidak perlu diragukan lagi, memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat Yusuf).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-sunnah), serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan bahasa Arab, maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Oleh karena itu memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat menyedihkan sekali, apa yang telah menimpa kaum muslimin saat ini, hanya segelintir dari mereka yang mau mempelajari bahasa Arab dengan serius. Hal ini memang sangat wajar karena di zaman modern ini banyak sekali kaum muslimin tenggelam dalam tujuan dunia yang fana, Sehingga mereka enggan dan malas mempelajari bahasa Arab. Karena mereka tahu tidak ada hasil duniawi yang bisa diharapkan jika pandai berbahasa Arab. Berbeda dengan mempelajari bahasa Inggris, kaum muslimin di saat ini begitu semangat sekali belajar bahasa Inggris, karena mereka tahu banyak tujuan dunia yang bisa diperoleh jika pandai bahasa Inggris, sehingga kita dapati mereka rela untuk meluangkan waktu yang lama dan biaya yang banyak untuk bisa menguasai bahasa ini. Sehingga kursus-kursus bahasa Inggris sangat laris dan menjamur dimana-mana walaupun dengan biaya yang tak terkira. Namun bagaimana dengan kursus bahasa Arab…??? seandainya mereka benar-benar yakin terhadap janji Allah Ta’ala untuk orang yang menyibukkan diri untuk mencari keridhoanNya, serta yakin akan kenikmatan surga dengan kekekalannya, niscaya mereka akan berusaha keras untuk mempelajari bahasa arab. Karena ia adalah sarana yang efektif untuk memahami agama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini tidak menunjukkan larangan mempelajari bahasa Inggris ataupun lainnya. Tapi yang tercela adalah orang yang tidak memberikan porsi yang adil terhadap bahasa arab. Seyogyanya mereka juga bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Utsaimin pernah ditanya: “Bolehkah seorang penuntut ilmu mempelajari bahasa Inggris untuk membantu dakwah ?” Beliau menjawab: “Aku berpendapat, mempelajari bahasa Inggris tidak diragukan lagi merupakan sebuah sarana. Bahasa Inggris menjadi sarana yang baik jika digunakan untuk tujuan yang baik, dan akan menjadi jelek jika digunakan untuk tujuan yang jelek. Namun yang harus dihindari adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab karena hal itu tidak boleh. Aku mendengar sebagian orang bodoh berbicara dengan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab, bahkan sebagian mereka yang tertipu lagi mengekor (meniru-niru), mengajarkan anak-anak mereka ucapan “selamat berpisah” bukan dengan bahasa kaum muslimin. Mereka mengajarkan anak-anak mereka berkata “bye-bye” ketika akan berpisah dan yang semisalnya. Mengganti bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an dan bahasa yang paling mulia, dengan bahasa Inggris adalah haram. Adapun menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana untuk berdakwah maka tidak diragukan lagi kebolehannya bahwa kadang-kadang hal itu bisa menjadi wajib. Walaupun aku tidak mempelajari bahasa Inggris namun aku berangan-angan mempelajarinya. terkadang aku merasa sangat perlu bahasa Inggris karena penterjemah tidak mungkin bisa mengungkapkan apa yang ada di hatiku secara sempurna.” (Kitabul ‘Ilmi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan termasuk hal yang sangat menyedihkan, didapati seorang muslim begitu bangga jika bisa berbahasa Inggris dengan fasih namun mengenai bahasa Arab dia tidak tahu?? Kalau keadaannya sudah seperti ini bagaimana bisa diharapkan Islam maju dan jaya seperti dahulu. Bagaimana mungkin mereka bisa memahami syari’at dengan benar kalau mereka sama sekali tidak mengerti bahasa Arab…???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Orang yang Mampu Berbahasa Arab Namun Berbicara Menggunakan Bahasa Selain Bahasa Arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Dibenci seseorang berbicara dengan bahasa selain bahasa Arab karena bahasa Arab merupakan syiar Islam dan kaum muslimin. Bahasa merupakan syiar terbesar umat-umat, karena dengan bahasa dapat diketahui ciri khas masing-masing umat.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syafi’iy berkata sebagaimana diriwayatkan As-Silafi dengan sanadnya sampai kepada Muhammad bin Abdullah bin Al Hakam, beliau berkata: “Saya mendengar Muhammad bin Idris Asy-syafi’iy berkata: “Allah menamakan orang-orang yang mencari karunia Allah melalui jual beli (berdagang) dengan nama tu’jar (tujjar dalam bahasa Arab artinya para pedagang-pent), kemudian Rosululloh juga menamakan mereka dengan penamaan yang Allah telah berikan, yaitu (tujjar) dengan bahasa arab. Sedangkan “samasiroh” adalah penamaan dengan bahasa ‘ajam (selain arab). Maka kami tidak menyukai seseorang yang mengerti bahasa arab menamai para pedagang kecuali dengan nama tujjar dan janganlah orang tersebut berbahasa Arab lalu dia menamakan sesuatu (apapun juga-pent) dengan bahasa ‘ajam. Hal ini karena bahasa Arab adalah bahasa yang telah dipilih oleh Allah, sehingga Allah menurunkan kitab-Nya yang dengan bahasa Arab dan menjadikan bahasa Arab merupakan bahasa penutup para Nabi, yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kami katakan seyogyanya setiap orang yang mampu belajar bahasa Arab mempelajarinya, karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling pantas dicintai tanpa harus melarang seseorang berbicara dengan bahasa yang lain. Imam Syafi’iy membenci orang yang mampu berbahasa Arab namun dia tidak berbahasa Arab atau dia berbahasa Arab namun mencampurinya dengan bahasa ‘ajam.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar bin ‘Ali Syaibah meriwayatkan dalam Al Mushanaf: “Dari Umar bin Khattab, beliau berkata: Tidaklah seorang belajar bahasa Persia kecuali menipu, tidaklah seseorang menipu kecuali berkurang kehormatannya. Dan Atho’ (seorang tabi’in) berkata: Janganlah kamu belajar bahasa-bahasa ajam dan janganlah karnu masuk gereja – gereja mereka karena sesungguhnya Allah menimpakan kemurkaan-Nya kepada mereka, (Iqtidho Shirotil Mustaqim). Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad berkata: “Tanda keimanan pada orang ‘ajam (non arab) adalah cintanya terhadap bahasa arab.” Dan adapun membiasakan berkomunikasi dengan bahasa selain Arab, yang mana bahasa Arab merupakan syi’ar Islam dan bahasa Al-Qur’an, sehingga bahasa selain arab menjadi kebiasaan bagi penduduk suatu daerah, keluarga, seseorang dengan sahabatnya, para pedagang atau para pejabat atau bagi para karyawan atau para ahli fikih, maka tidak disangsikan lagi hal ini dibenci. Karena sesungguhnya hal itu termasuk tasyabuh (menyerupai) dengan orang ‘ajam dan itu hukumnya makruh.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khurasan, yang penduduk kedua kota tersebut berbahasa Persia serta menduduki Maghrib, yang penduduknya berbahasa Barbar, maka kaum muslimin membiasakan penduduk kota tersebut untuk berbahasa Arab, hingga seluruh penduduk kota tersebut berbahasa Arab, baik muslimnya maupun kafirnya. Demikianlah Khurasan dahulu kala. Namun kemudian mereka menyepelekan bahasa Arab, dan mereka kembali membiasakan bahasa Persia sehingga akhirnya menjadi bahasa mereka. Dan mayoritas mereka pun menjauhi bahasa Arab. Tidak disangsikan lagi bahwa hal ini adalah makruh. (Iqtidho Shirotil Mustaqim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Bahasa Arab Dalam Kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Merupakan metode yang baik adalah membiasakan berkomunikasi dengan bahasa Arab hingga anak kecil sekalipun dilatih berbahasa Arab di rumah dan di kantor, hingga nampaklah syi’ar Islam dan kaum muslimin. Hal ini mempermudah kaum muslimin urituk memahami makna Al-Kitab dan As-Sunnah serta perkataan para salafush shalih. Lain halnya dengan orang yang terbiasa berbicara dengan satu bahasa lalu ingin pindah ke bahasa lain maka hal itu sangat sulit baginya. Dan ketahuilah…!!! membiasakan berbahasa Arab sangat berpengaruh terhadap akal, akhlak dan agama. Juga sangat berpengaruh dalam usaha mencontoh mereka dan memberi dampak positif terhadap akal, agama dan tingkah laku.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, bahasa Arab memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan, akhlak, agama. Orang yang pandai bahasa Arab cenderung senang membaca kitab-kitab para ulama yang berbahasa Arab dan tentu senang juga membaca dan menghafal Al-Qur’an serta hadits-hadits Rasulullah. Sehingga hal ini bisa memperbagus akhlak dan agamanya. Berbeda dengan orang yang pandai berbahasa Inggris (namun tanpa dibekali dengan ilmu agama yang baik), dia cenderung senang membaca buku berbahasa Inggris yang jelas kebanyakannya merupakan karya orang kafir. Sehingga mulailah ia mempelajari kehidupan orang kafir sedikit demi sedikit. Mau tidak mau iapun harus mempelajari cara pengucapan dan percakapan yang benar melalui mereka, agar dia bisa memperbagus bahasa Inggrisnya. Bisa jadi akhirnya ia pun senang mempelajari dan menghafal lagu-lagu berbahasa Inggris (yang kebanyakan isinya berisi maksiat) dan tanpa sadar diapun mengidolakan artis atau tokoh barat serta senang mengikuti gaya-gaya mereka. Akhlaknya pun mulai meniru akhlak orang barat (orang kafir), dan mengagungkan orang kafir serta takjub pada kehebatan mereka. Akhirnya, diapun terjatuh dalam tasyabbuh (meniru-niru) terhadap orang kafir, menganggap kaum muslimin terbelakang dan ujung-ujungnya dia lalai dari mempelajari Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Mempelajari Bahasa Arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Berkata: “Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama dan hukum mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa difahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan kaidah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا لاَ يَتِمٌّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengannya maka ia juga hukumnya wajib.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun disana ada bagian dari bahasa Arab yang wajib ‘ain dan ada yang wajib kifayah. Dan hal ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abi Syaibah, dari Umar bin Yazid, beliau berkata: Umar bin Khattab menulis kepada Abu Musa Al-Asy’ari (yang isinya) “…Pelajarilah As-Sunnah, pelajarilah bahasa Arab dan I’roblah Al-Qur’an karena Al-Qur’an itu berbahasa Arab.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada riwayat lain, Beliau (Umar bin Khattab) berkata: “Pelajarilah bahasa Arab sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian, dan belajarlah faroidh (ilmu waris) karena sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Arab adalah bahasa Agama Islam dan bahasa Al-Qur’an, seseorang tidak akan dapat memahami kitab dan sunnah dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bahasa Arab. Menyepelekan dan menggampangkan Bahasa Arab akan mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta jahil (bodoh) terhadap permasalahan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat ironis dan menyedihkan, sekolah-sekolah dinegeri kita, bahasa Arab tersisihkan oleh bahasa-bahasa lain, padahal mayoritas penduduk negeri kita adalah beragama Islam, sehingga keadaan kaum muslimin dinegeri ini jauh dari tuntunan Alloh Ta’ala dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seyogyanya anda sekalian wahai penebar kebaikan… mempunyai andil dan peran dalam memasyarakatkan serta menyadarkan segenap lapisan masyarakat akan pentingya bahasa Al Qur’an ini, dengan segala kemampuan yang dimiliki, semoga Allah menolong kaum muslimin dan mengembalikan mereka kepada ajaran Rasul-Nya yang shohih. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Alloh Ta’ala. Segala puji hanyalah bagi Alloh Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;- 27 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Divisi Lughoh Lembaga Bimbingan Islam Al-Atsary&lt;br /&gt;http://muslimah.or.id/nasihat-untuk-muslimah/belajar-bahasa-arab-yuk.html&lt;br /&gt;17 September 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5838549883007002725-8248820794553000315?l=aa-bahasa-arab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/feeds/8248820794553000315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/2009/09/belajar-bahasa-arab-yuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5838549883007002725/posts/default/8248820794553000315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5838549883007002725/posts/default/8248820794553000315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/2009/09/belajar-bahasa-arab-yuk.html' title='Belajar Bahasa Arab Yuk…'/><author><name>mantab blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17926978191991634624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5838549883007002725.post-4233659547082223661</id><published>2009-09-17T22:59:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T23:12:23.401-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Anda Harus Belajar Bahasa Arab?</title><content type='html'>Bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan secara luas di planet ini. Bahasa Arab merupakan bahasa utama dari 22 negara, digunakan oleh lebih dari 250 juta orang. Bahasa ini juga merupakan bahasa kedua pada negara-negara Islam karena dianggap sebagai bahasa spiritual Islam - salah satu agama-agama besar dunia (kita membicarakan tentang lebih dari 1 miliar orang!). Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa tetap di organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan lain yaitu bahasa Arab merupakan salah satu bahasa tertua yang hidup di dunia, dan merupakan bahasa asli dari banyak bahasa, bahkan ada teori yang menyatakan bahwa "bahasa Arab merupakan asal dari bahasa-bahasa" dan mereka yang mengadopsi teori ini berlandaskan pada kenyataan bahwa orang Arab dapat melafalkan suara apapun dalam bahasa manapun di dunia dengan mudah, di lain pihak banyak orang-orang bukan-Arab yang kesulitan mengucapkan beberapa huruf Arab yang tidak terdapat dalam bahasa asli mereka (contohnya huruf dhad tidak digunakan dalam bahasa manapun di dunia, dan bahasa Arab sering disebut sebagai bahasa dhad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ribuan tahun, sedikit perubahan terjadi pada bahasa ini, dan bahasa ini selalu sesuai pada setiap jaman, menembus berbagai peradaban yang menggunakannya sebagai bahasa asli mereka. Bahkan, bahasa Arab memiliki pengaruh yang besar dalam sebagian besar bahasa yang ada di masa kini. Mungkin, sumbangan bahasa Arab yang paling jelas pada kemanusiaan adalah angka Arab (0,1,2,,3,...), tanpa menyebutkan bahwa banyak kata-kata Arab yang digunakan oleh banyak bahasa pada saat ini (algoritma, sugar, coffee, kopi, alamat, kabar, dan daftar ini terus berkelanjutan....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bahasa ini tetap hidup lebih dari ratusan tahun sementara bahasa yang lain tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan utama untuk pertanyaan tersebut adalah bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur'an, inilah yang menjaga bahasa Arab menjadi bahasa utama hingga lebih dari 1400 tahun peradaban Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://www.arabion.net/indonesian/&lt;br /&gt;18 September 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5838549883007002725-4233659547082223661?l=aa-bahasa-arab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/feeds/4233659547082223661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/2009/09/mengapa-anda-harus-belajar-bahasa-arab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5838549883007002725/posts/default/4233659547082223661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5838549883007002725/posts/default/4233659547082223661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aa-bahasa-arab.blogspot.com/2009/09/mengapa-anda-harus-belajar-bahasa-arab.html' title='Mengapa Anda Harus Belajar Bahasa Arab?'/><author><name>mantab blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17926978191991634624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
